Apa yang terjadi jika seorang ibu meminum alkohol selama kehamilan?

 

Minum alkohol selama kehamilan berbahaya bagi janin, terutama ketika ibu minum banyak alkohol tidak hanya risiko komplikasi obstetrik yang serius tetapi juga dapat menyebabkan sindrom alkohol janin yang merupakan sindrom janin yang sangat berbahaya.

Amankah Minum alkohol selama kehamilan?

Sejauh ini tidak ada bukti bahwa minum beberapa gelas alkohol pada tahap awal kehamilan (ketika ibu bahkan tidak tahu Ibu hamil) membahayakan janin. Namun, begitu Ibu tahu Ibu punya bayi di rahimnya, Ibu harus segera mengubah kebiasaan minum alkohol.

Terkadang ibu-ibu masih mendengar ibu mengatakan bahwa jika Anda minum lebih sedikit alkohol selama kehamilan (segelas anggur setiap malam misalnya) masih bisa melahirkan bayi yang sehat. Faktanya, tidak ada penelitian untuk membuktikan bahwa itu adalah 100% aman. Menurut American General Medical Association, American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) dan American Academy of Pediatrics (AAP), para ibu harus berhenti minum alkohol sama sekali untuk memastikan keamanan selama kehamilan.

Apa yang terjadi jika seorang ibu meminum alkohol selama kehamilan?

Mengapa wanita dilarang minum alkohol? Belum diketahui apakah ada batas aman untuk minum alkohol selama kehamilan, dan bagaimana hal itu akan berbeda antara wanita hamil. Satu-satunya hal yang dapat dibuktikan oleh sains adalah bahwa alkohol akan menembus darah bayi dengan konsentrasi yang sama dalam darah ibu. Diperlukan dua kali lebih lama bagi seorang ibu untuk mengeluarkan alkohol dari tubuhnya.

Ibu yang minum alkohol selama kehamilan (rata-rata 5-6 gelas alkohol sehari) tidak hanya berisiko untuk komplikasi obstetri yang serius tetapi juga dapat menyebabkan sindrom alkohol janin (FAS). Anak-anak dengan sindrom ini akan mengalami masalah seperti hipertensi, keterbelakangan mental, malformasi (terutama di kepala dan wajah, anggota badan, jantung dan sistem saraf pusat) dan kematian kematian tinggi. Selain itu, anak-anak yang memiliki peluang bertahan hidup yang baik juga akan memiliki masalah dengan penglihatan, pendengaran, kontrol perilaku, belajar dan bahkan risiko alkohol pada usia 21 tahun. Semakin awal berhentinya alkohol, semakin sedikit risiko yang dimiliki seorang anak.

Efek alkohol pada kehamilan tergantung pada dosis ibu. Namun, meskipun sang ibu tidak banyak minum, hanya minum secukupnya selama kehamilan (sekitar 1 hingga 2 gelas per hari atau sesekali diminum dengan 5-6 gelas) akan tetap menghadapi serangkaian masalah serius seperti peningkatan risiko keguguran, komplikasi kelahiran, lahir mati, berat badan lahir rendah, pertumbuhan abnormal dan IQ rendah. Kebiasaan minum ibu ini juga dapat menyebabkan FAE, yang menyebabkan masalah perkembangan dan perilaku.

Tips berhenti minum alkohol selama kehamilan

Beberapa ibu dengan morning sickness, yang membuatnya lebih mudah bagi ibu untuk berhenti minum alkohol. Untuk ibu yang mengalami kesulitan dalam berhenti minum alkohol, cobalah metode berikut:

  • Jika ibu Anda sering minum alkohol lakukan relaksasi, cobalah metode relaksasi lainnya seperti mendengarkan musik, mandi air hangat, pijat, olahraga atau membaca.
  • Jika minum alkohol adalah rutinitas harian yang tidak dapat Anda hilangkan, Anda dapat mencoba menggantinya dengan jus buah berkarbonasi atau bir non-alkohol. Pada saat ini, suami juga harus berhenti minum alkohol agar istri Anda untuk memiliki motivasi lebih.
  • Jika ibu masih tidak dapat berhenti minum alkohol, ibu perlu menemui seorang konselor atau dokter.